Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Nyaman

"Bersandarlah di pundakku sampai kau nyaman.. Sudah keharusan bagiku membuat dirimu nyaman.." Dua kalimat itu diucapkan seseorang setahun yang lalu. Seseorang yang sebentar saya kenal namun saya tahu hatinya baik. Kenyamanan biasa datang karena kebersamaan dan perhatian berlebih. Kenyamanan tidaklah datang tiba-tiba, ia ada karena kita yang mencipta.

Mimpi

Saya orang yang mudah bosan, entah itu tentang pekerjaan, tentang pelajaran, bahkan tentang hubungan. Rasanya saya tidak pernah benar-benar terikat dengan rencana sendiri. Setiap orang punya mimpi atau sekedar keinginan sederhana akan sesuatu. Ada yang bersabar memperjuangkannya, namun ada juga yang hanya bermimpi dan melupakannya.
Saya penasaran dengan apa yang benar-benar orang ingin lakukan dalam hidup mereka dan mengapa mereka belum melakukannya. Pertanyaan ini secara random saya ajukan ke kolega saya dengan bercanda. Ia langsung menjawab, " Banyak hal yang gw inginkan dan belum bisa karena gak ada uangnya". Saya kembali bertanya, "Bukan karena gak ada waktu atau karena lu malas?" Ia jawab bukan, memang karena nggak ada uangnya. 
Uang, waktu dan faktor diri biasa menjadi alasan seseorang belum melakukan apa yang selama ini ia impikan. Namun, koq rasanya saya tidak terima ya kalau alasannya uang atau waktu atau keadaan lainnya. Seakan kita menyalahkan apa yanga…

Februari dan Kasih Sayang

Kemarin tanggal 14 Februari yang notabene nya hari Valentine. Saya tidak melarang ataupun merayakannya. Terserah saja bagaimana kita memaknainya. Tapi memang, Februari ini spesial. Kemarin sahabat saya tersayang melangsungkan pernikahannya. Akhirnya, dengan lelaki yang sudah 2 tahun bersamanya.. Dan teman baru saya berulang tahun pada hari yang sama. Namun, Ia mengeluh karena resolusi yang dibuatnya 2 tahun lalu gagal total, pun resolusi untuk menikah. Saya tersenyum.
Sebelumnya, 12 Februari adalah tanggal anniversary orang tua saya. Usia pernikahan mereka sama dengan usia saya tahun ini, 28 tahun. Sungguh saya sangat menyayangi keduanya. Ibu saya menikah saat berusia 26 tahun dan setahun lebih muda dari ayah saya. 21 Februari ini juga adik bungsu saya berulang tahun. Adik saya yang paling cerewet. Entah bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada saya ia seakan datang dan menyelamatkan saya. Namun, ia juga yang paling gemar bertanya, "Mba, kapan nikahnya?". Duh..
Kasih…

Tenang

Ketika imanmu kuat, keyakinanmu mantap bahwa Allah adalah Rahman dan Rahim, hatimu menjadi tenang. Tidak ada lagi alasan yang bisa mencuri ketenanganmu. Sejatinya ketika kamu percaya Allah itu Pengasih dan Penyayang baik masa senang maupun susah, keduanya menjadi bentuk kasih sayangNya. Yang kamu lihat selalu adalah kasih sayang dalam bentuk atau manifestasi apapun.

Sedahsyat itu pengaruh keyakinan atau niat dalam kehidupan, maka ia menjadi bab pertama ilmu. Sungguh cukup jika kita memegangnya erat dan tidak pernah berhenti meyakini.Bismillah, mari menjalani setiap detik dengan niat beribadah dan berbuat baik.. agar amal-amal kita berbuah ranum agar lelah kita berganti nikmat agar hati selalu tenang. Dan.. kekayaan sejati adalah hati yang merasa cukup :)
2015.. when i fall in love with Ar - Rahman so much

Memilih

Setiap manusia mempunyai sesuatu yang ingin dicapainya sepenuh hati bahkan mungkin sampai mati. Entah itu kekuasaan, keluarga, harta, ataupun cinta. 
Suatu ketika, seseorang yang sangat saya sayangi datang dan bercerita. Ia ingin mencapai nirwana. Layaknya seorang biksu yang menyadari bahwa hidup ini adalah kosong dan ujung tertinggi adalah nirwana, ia berkata dengan terbata "Saya ingin mencapainya."Lalu ia bertanya pada saya,"Bagaimana jika saya meninggalkan keluarga?". Hening.. Saya terdiam, mengeja tanyanya kata demi kata dalam hati. Bagi saya dan baginya, keluarga adalah segalanya. Saya bertanya kembali padanya.. "Apakah engkau harus memilih diantara nirwana atau keluarga?" Dengan lirih ia menjawab, "Ya, karena tidak mungkin ada yang lain untuk mencapai nirwana. Kepasrahan ini harus total tanpa ingin."
Ehmm.. Saya jadi ingat cerita nabi Ibrahim AS. Ia diminta mengorbankan Ismail yang paling dicintainya. Ketika itu ia ragu, namun keyakinan I…