Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Di Balik Perintah Kurban

Entah bagaimana aku memahami kegelisahanku
Apakah akalku yang tak mampu atau akalku yang buntu

Bagaimana bisa,
Tuhan Sang Penggenggam Kuasa semesta  masih menuntut kesungguhan bakti Ibrahim, sang pesuruh Tuhan yang setia

Bagaimana mungkin aku bisa memahami
Tuhan Penggenggam Kuasa itu meminta Ibrahim untuk menyembelih putra terkasihnya?!

Dan tak mungkin Ibrahim membantah
Aku tak peduli,
Ismail atau Ishak yang tergeletak pasrah menyongsong kilatan pedang yang menggidikkan itu, bahkan saat Ibrahim terpejam menggorokkan pedang tajamnya pada leher jenjang yang terlentang dalam pasrah, lalu darah mengucur dan menyembur..
Meskipun itu hanya darah seekor domba, batinku tetap tak bisa menerima begitu saja
Ini jelas penindasan!
Ini kesewenang-wenangan!

Lalu kukaji ragam cerita dari kitab-kitab suci
Lalu kutemui ragam ajaran kebijaksanaan dari para bijak bestari
Lalu kudapatkan, kurasakan, dan kuendapkan

Bahkan pada segala peristiwa di mayapada
kutangkap dengan mata kepala dan dada, lalu kueja, …

Be Damn Good

I wanna remind you something. Being really damn good is not like most of people. Most of people are average. Most of people just stuck at their place. Most of people don’t like to see that you are higher than them. Unfortunately, I am still one of that most of people.
Accept the fact. There are only little damn good people. They are usually silent because not many people can follow their mind and soul. Then, you know that this way is so hard and quite. But for the sake of life, you must be one of them. Why? Because being damn good is the only way to live a life. I mean it. 
Be damn good and you can live your life to the fullest. Be damn good and you’ll say in the end that I don’t waste my time living this life. Be damn good. I am still on my way learning to be that damn good. Don’t ever ever give up on your journey. Surely, there will be lots of people and things that will drag you down. Remember, like a game, they just test you. Many people will leave you. You will lose many things.…

Sensasi Gunung Gede Via Putri dan Cibodas

Setahun yang lalu setelah nanjak Prau, saya berniat nanjak Gunung Gede. "Gunung yang jauh sudah, masa yang dekat belum", pikir saya.  Akhirnya Jumat kemarin saya berangkat.  Saya nanjak melalui Putri. Jalur Putri ini lebih cepat daripada jalur lainnya, walaupun nanjak terus dan tidak ada variasi pemandangannya. (baca juga: http://shoebidubidam.blogspot.co.id/2016/09/nanjak.html)
Saya dan teman-teman mulai nanjak sekitar jam 07.30 di hari Sabtu. Pos pertama ditandai oleh gapura batu. Disini saya beristirahat cukup lama menunggu teman-teman saya. Badan saya mulai terasa dingin dan saya meminta sahabat saya untuk melanjutkan perjalanan. Saya berdua dengan sahabat saya sepanjang perjalanan. Kami melewati pos 2 dan pos 3. Setelah 4 jam lebih berjalan, kaki saya mulai terasa berat dan tenaga saya sudah mulai habis. Saya minta berhenti untuk duduk dan meluruskan kaki. Jam makan siang, perut saya mulai lapar. Saya mengambil roti dan memakannya sebelum melanjutkan perjalanan. Jalur …

Dalam Doaku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia, yang tak putus-put…

Alternatif Homeschooling

Hari ini hari Senin dan hari pertama anak-anak masuk sekolah. Orang tua yang mengantar melihat anak-anak mereka berbaris untuk melaksanakan upacara. Puluhan motor dan mobil parkir di depan pagar dan bangunan sekolah. Lalu lintas menjadi sangat padat hari ini. Di tengah kemacetan, saya teringat sebuah surat kepala sekolah yang sempat viral beberapa waktu lalu.
"Di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman yang tidak perlu mengerti Matematika. Ada calon pengusaha yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra. Ada calon musisi yang nilai Kimia-nya tidak berarti. Ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik daripada Fisika. Ada calon fotografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini."
Diakui atau tidak, sistem pendidikan kita memang belum efektif merumuskan ukuran untuk mengidentifikasi bakat seorang anak dan memenuhi kebutuhan pembelajarannya. Banyak lulusan yang bingung mencari p…

Saling Memanfaatkan

Kamu pernah merasa sedang di atas? Tempat yang tinggi? Baik secara fisik maupun rasa. Semua orang pasti pernah ya. Saya sendiri merasa betapa banyak orang yang bersama saya ketika di atas. Seakan-akan mereka semua dekat dengan saya dan begitu menyayangi saya. Saya bersyukur. Sayangnya saya juga pernah di bawah. Kata orang kalau di bawah banyak orang pergi meninggalkan, ya biarkan saja. Kamu tahu tidak, hakikat dari semua pertemanan, persahabatan, atau hubungan? Tidak lain dan tidak bukan, hakikatnya adalah rasa saling memanfaatkan. 
Apa hubungan manusia yang paling tulus menurutmu? Menurut saya, hubungan orang tua dengan anaknya. Hakikat hubungan itu tetap saja rasa saling memanfaatkan. Bagaimana bisa?
Contoh kecil saja, ketika orang tua mengatakan, "Ibu dan Ayah tidak mengharapkan apa-apa darimu, Nak." Coba deh kamu pikirkan, paling tidak setiap orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang baik, bukan? Lalu jika orang tua berkata, "Ibu dan Ayah mengharapkanmu men…

Al-Hikam Itu Ungkapan Cinta

Saya mengenal Al-Hikam di bulan April 2016 dari teman saya yang pernah mondok. Menurut ayah teman saya ini, dengan memahami Al-Hikam saja kita dapat hidup tentram. Buku yang ia punya menggunakan bahasa yang berat dan sulit dipahami. Saya cari versi lain yang ringan dan menemukan versi Muhaji Fikriono. Sebagai tambahan, penulis buku ini juga menulis buku ‘Puncak Makrifat Jawa’ yang menjadi salah satu buku favorit saya sepanjang masa.
Buku Al-Hikam ini berisi 30 bab. Masing-masing bab menjadi anak tangga yang saling terkait dan membentuk kesatuan pemahaman yang utuh. Penulis membahas setiap mutiara hikmah dengan ringan dan sangat personal. Saya jadi lebih mudah memahami ketika membaca uraian pemahaman penulis. Di awal buku, penulis menceritakan bagaimana ia mengenal Al-Hikam dan menginternalisasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Bab pertama berjudul ’Di Tepian Upaya dan Pasrah’. Bahasan ini berkaitan dengan takdir Tuhan. Takdir seakan memberi batas akan apa-apa yang bisa kita usahakan…

Kembali Fitri

Momen lebaran memang tidak lepas dari maaf-maafan dan silaturahmi. Kalimat semoga kembali fitri dan mulai dari nol lagi tidak jarang kita dengar. Kembali fitri artinya kembali ke fitrah manusia yang bersih dan suci (mulai dari nol lagi). Bagaimana benar-benar bisa kembali fitri? 
Saya ingat nasihat yang dibagikan oleh teman saya tentang orang Jepang. Pelajaran moral pertama yang diajarkan orang Jepang kepada anak-anak mereka adalah empati. Bagaimana bisa merasakan orang lain membuat mereka mempunyai rasa kasih sayang yang tinggi. Bagaimana mereka menghormati yang muda, menyayangi yang tua, menghargai sesama, membuat hidup selalu rukun. Dengan empati yang tinggi tidak mungkin seseorang berbuat jahat kepada orang lain karena mereka bisa memposisikan dan merasakan orang lain. Orang berbuat jahat terhadap orang lain tidak bisa merasakan rasa orang lain dalam dirinya. Rasa kita sama jika saja kita mau bercermin. Misalnya ketika kita mendengar curhatan teman kita yang menjelek-jelekan oran…

Seberapa berharganya kamu?

Dari skala 1 – 10, kamu akan memberi nilai berapa untuk pertanyaan “Seberapa berharganya kamu?” Kamu bisa memilih angka 10 sebagai angka tertinggi untuk dirimu, tapi apakah benar kamu memperlakukan dirimu demikian? Hanya kamu sendiri yang bisa menjawabnya. Saya juga tidak akan bilang kalau kamu seberharga itu.

Harga seseorang sering didefinisikan oleh dirinya sendiri melalui bagaimana orang lain atau faktor luar memperlakukannya. Contoh sederhana saja, jika seseorang banyak disukai orang lain maka ia akan berpikir bahwa dirinya menarik, terlepas dari siapa saja yang menyukainya, seperti apa orang yang menyukainya, dll. Semakin banyak yang menyukainya, semakin menariklah ia menurut anggapannya. Sayangnya, hal yang demikian juga berlaku sebaliknya. Jika tidak ada seseorang yang menyukainya, ia berpikir bahwa dirinya tidak menarik sama sekali.
Disini lingkungan membentuk opini-opini yang sering begitu saja kita terima sebagai kebenaran tanpa kita analisa lebih jauh. Dari contoh di atas …

00. Ikhlas

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi toko buku baru di mall dekat rumah. Banyak buku yang menarik. Salah satunya buku 'Pengakuan Pariyem'. Buku ini jauh dari kata menarik jika hanya dilihat dari sampulnya. Buku ini menarik karena saya ingat ulasan seorang teman yang telah membacanya. Dalam beberapa jam saja saya sudah habis melahap buku setebal 314 halaman ini. Isi buku ini berbentuk prosa, bukan narasi atau esai. Terlepas dari bahasanya yang vulgar tapi lugu, sikap Pariyem yang lega lila berhasil membuat saya senyum sendiri. Lega artinya lapang, tentram, tidak khawatir dan lila artinya rela, ikhlas. 
Saya jadi ingat cerita saat Tuhan menciptakan Adam. Semua makhluk bersujud kepada Adam kecuali iblis. Iblis merasa sombong sehingga ia tidak bersujud kepada Adam. Sebenarnya iblis pun makhluk yang taat, ia tidak besujud kepada Adam karena ia hanya bersujud kepada Tuhan. Akhirnya iblis dikutuk dan ia menerima kutukan Tuhan dengan 2 permintaan. Ia meminta umur yang panjang dan den…

07. Lucu ya

Haha. Kalau lucu tertawa dulu. Tertawa ternyata dapat menyebabkan masalah. Tertawa di waktu yang tidak tepat atau atas sesuatu yang tidak tepat, misalnya tertawa di saat seseorang sedang marah. Hal itu akan membuat sang pemarah semakin geram. Jika seseorang dimarahi, reaksi pertamanya harusnya takut, menyesal, cemberut,dll. Ketika reaksi yang dimarahi tidak negatif maka sang pemarah merasa bahwa marahnya tidak berhasil dan membuat ia semakin marah. 
Nyatanya tertawa bisa mengurangi rasa sakit. Reaksi tertawa berhubungan dengan hormon endorfin. Hormon ini adalah hormon yang menyebabkan rasa bahagia. Tertawa sangat bisa menahan tangis atau sakit. Atasan saya pernah tersenyum ketika dimarahi sang direktur utama karena ia menahan tangis. Namun, sang direktur jadi semakin marah.
Ada orang yang mudah sekali tertawa. Hal-hal kecil saja bisa membuatnya tersenyum dan tertawa. Ada juga orang yang sulit sekali tertawa. Ketika semua orang tertawa terbahak-bahak, ia pura-pura tertawa dan berpikir…

15. Kepribadian Adaptif

Beberapa hari ini saya terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting. Saya lelah secara fisik juga mental. Suasana hati saya berantakan. Jika sudah begitu, saya mudah sekali emosi. Saya perlu istirahat dan me-restart diri saya. Saya mencari tombol klik yang mudah untuk itu.  
Saya jadi ingat sahabat saya. Sahabat saya yang satu ini cerewet banget. Akhir-akhir ini saya baru tahu dia suka sekali bernada tinggi dan marah-marah gak jelas. Suatu ketika saking capeknya kami mendengarkan ocehannya kami langsung menyebut-nyebut nama suaminya dengan bercanda. Ternyata it works. Dia jadi kalem dan berhenti mengoceh bahkan senyum-senyum sendiri. Kami penasaran dan bertanya kepadanya. Bagaimana sikap suaminya menghadapi sifatnya yang cerewet dan suka marah-marah gak jelas itu. Ia bilang dengan mengelus punggungnya dan berkata "sabar sayang" suaminya bisa langsung menenangkan dirinya yang sedang emosi. Giliran saya yang tersenyum. Ya tombol klik seperti itu. Jika kamu baru kenal …

20. Uncle From Penang

Hollaa.. I'm already back from holiday. Liburan kemarin saya mendatangi negara tetangga dengan bahasa melayu yang kental, Malaysia! Dulu saya sempat menempatkan negara ini di daftar hitam saya sampai-sampai saya rela tidak ikut liburan bersama geng kantor jika mereka memilih Malaysia. Ternyata kali ini sahabat saya memilih Malaysia. Saya tidak bisa melewatkan liburan bersama mereka. "Malaysia, apa salahnya?" pikir saya. Akhirnya, saya berangkat menuju Kuala Lumpur. Setelah mengeksplor KL, kami terbang ke Penang. Saya tidak begitu tertarik dengan tempatnya bahkan saya belum review ada apa saja di Penang. "Yang penting pergi sama siapa, Nis", kata teman saya. 
Di Penang, kami menginap di Red Inn Hotel 39. Jujur, saya belum mereview hotelnya, hanya ikut suara terbanyak. Sahabat saya berkata bahwa hotel ini terkenal bukan karena hotelnya, tapi karena pemiliknya. Jam 2 pagi kami baru sampai hotel dan sudah gelap. Kami membunyikan bel dan menunggu seseorang keluar. …

30. Keluarga

Sudah nonton Fast & Furious 8? Kalian wajib nonton, filmnya bagus banget! Tema film ini sebenarnya bukan tentang mobil dan balapan, tapi tentang persahabatan dan keluarga. Mobil dan balapan hanya menjadi kemasan sang penulis membingkai pesannya. Saya masih ingat kata-kata Dom kepada Brian di Fast & Furious 6,
"You don't turn your back on family, even when they do."
Film yang ke-8 ini mengagetkan. Dom yang berpesan seperti itu ternyata berbalik dan melawan timnya sendiri. Namun, film ini tetap konsisten dengan tema yang sama, keluarga.  
Keluarga selalu menjadi tema yang menarik untuk diangkat. Saya jadi ingat sinetron yang sangat populer di tahun 90an berjudul Keluarga Cemara. Lagu pembuka sinetron itu juga masih saya ingat sampai sekarang.

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga

Saya mensyukuri keluarga saya. Saya tidak meminta kepada Tuhan keluarga seperti apa tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Namun, Ia memberi say…

34. Sadar

Akhir pekan ini panjang karena Senin libur. Banyak orang pergi liburan sementara saya tidak kemana-mana. Dimanapun dan bagaimanapun liburannya, yang paling penting adalah menikmatinya. Ada orang yang benar-benar menikmati liburannya. Ada juga yang hanya berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain atau satu hal ke hal yang lain dan tahu-tahu waktu liburannya sudah habis. Waktu liburan pasti habis. Hari pasti berganti. Bedanya ada yang benar-benar tahu dan sadar pasti habis, ada yang tahu-tahu habis.
Uang dan waktu seperti itu, pasti habis. Sayangnya, banyak yang tahu-tahu habis, entah uang dan waktunya untuk apa. Padahal, cukup dengan sadar seseorang dapat menikmati uang dan waktunya. Sadar kalau semua ini pasti habis. Sadar kalau apapun itu harus dipertanggungjawabkan. Sadar kalau masing-masing manusia mempunyai kesempatan yang sama dan yang membedakannya adalah bagaimana menggunakan kesempatan itu. Sadar kalau setiap detik harusnya dinikmati. Kita bukanlah mayat hidup yang bang…

35. Semangat Emansipasi

Hampir setiap tahun hari Kartini diperingati dengan pakaian adat dan berbagai lomba. Saya lebih tertarik membahas bagaimana kita bisa terus menghidupkan semangatnya. Kartini identik dengan emansipasi. Emansipasi wanita mempunyai titik hitam dan putih dalam kacamata saya. Titik hitam adalah ketika ekstrimis mengagung-agungkan wanita sebagai puncak paling tinggi atas kesetaraan hak dan kewajiban. Maka, jangan heran jika suatu negara dapat dipimpin oleh seorang wanita atau bahkan sebuah keluarga dinafkahi oleh seorang istri. Sedangkan, titik putih adalah ketika wanita benar-benar memahami kodratnya.
Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria, bukan dari kepala untuk jadi atasannya, bukan dari kaki untuk dijadikan alasnya, Melainkan dari sisinya untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai.
Indah, bukan? Hak dan kewajiban wanita dan pria berbeda, tapi derajatnya tetap sama bukan di atas atau di bawah yang lain. Saya lebih suka menyebut wanita adalah partner pria dan pria adalah par…

50. Bukan Masalah

Kita tidak bisa membantu semua orang. Kita tidak bisa mengubah dunia. Tidak! Mengetahui bahwa kita tidak bisa mengubah dunia benar-benar menentramkan. Banyak hal yang tidak bisa kita ubah memang tidak sepantasnya dipusingkan. Mungkin kita peduli dan bisa membantu ya bantu saja, tapi jika kita tidak bisa berbuat apapun ya move on saja. Masih banyak hal yang bisa kita ubah sekecil apapun itu dan bisa membuat keadaan atau siapapun menjadi lebih baik. Sikap ini menjadi syarat utama orang-orang yang hebat, fokus pada apa yang bisa diubah. Apa yang bisa diubah adalah saat ini, bukan masa lalu atau masa depan. Siapa yang bisa kita ubah adalah yang selalu bersama kita saat ini, diri kita sendiri. 
Saya bukan pendengar yang baik, tapi karena tuntutan pekerjaan saya belajar menjadi lebih banyak mendengar daripada sebelumnya. Cerita orang lain kadang sangat mempengaruhi perasaan dan mengganggu pikiran saya. Apalagi jika cerita itu adalah cerita seorang yang saya sayangi. Memikirkan masalah mereka…

53. Jalani Saja Takdirmu

Seorang awam bertanya kepada seorang sufi, “Apa itu nasib?” Ia menjawab, “Asumsi-asumsi”. Seorang awam minta diramal oleh seorang bikhsu besar akan seperti apa hidupnya, sang bikshu menjawab, “Masa depanmu sungguh.. tidak pasti!” Saya percaya pada rukun iman yang ke-enam, takdir. Namun, siapa sih yang benar-benar bisa mengetahui masa depannya sendiri? Melakukan yang terbaik setiap saat dan menikmati prosesnya adalah apa yang sepatutnya dilakukan, bukan mereka-reka masa depan dan terbuai dengannya. 
Saya pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang bisa menerawang. Mereka pun tidak bisa mendahului takdir seseorang. Apapun yang mereka ketahui mengenai orang lain tidaklah untuk diceritakan ke orang tersebut sehingga bisa mempercepat atau menghindari takdirnya. Jadi, jangan mudah percaya dengan ramalan-ramalan yang mengatakan ini itu tentang masa depanmu. Jalani saja takdirmu. Hal terpenting untuk diingat adalah apapun yang terjadi saat ini pasti yang terbaik menurutNya. Kalau bukan, …

55. Nyepi di Nusa Penida

Akhir bulan kemarin saya liburan ke Nusa Penida selesai audit. Nusa Penida adalah sebuah pulau di Bali dekat dengan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Rencana liburan ini boleh dibilang kebetulan karena salah satu teman kantor tinggal disana dan menawarkan liburan ke rumahnya. Kurang dari 1 jam menyebrang dari Pantai Sanur ke Nusa Penida dengan kapal cepat. Banyak orang Bali berpakaian adat menyebrang untuk sembahyang di Nusa Penida. “Di Bali kan banyak pura, kenapa mereka jauh-jauh?” tanya saya ke teman saya. Rupanya salah satu pura di Nusa Penida dipercaya sebagai tempat suci dimana semua permohonan dapat terkabul. Wow!
Kami menyusuri Nusa Penida dengan motor. Beberapa tempat yang bagus memang belum bisa dicapai dengan mobil. Tujuan pertama kami adalah Broken Beach (Pasih Uug) dan Angel’s Billabong. Dinamakan Broken Beach karena pantai ini memiliki sebuah tebing yang berlubang pada bagian tengahnya sehingga membentuk seperti sebuah terowongan ke laut. Pemandangannya cantik dengan ai…

Satu

Menjadi jelas kenapa orang bisa menjadi atheis
Tuhan bukan disana, Tuhan disini
Namun, si atheis merasa hanya dia bukan Tuhan
Padahal yang ada hanya Tuhan
Setiap sifat mengambil bentuk
Manifestasinya selalu dalam dualitas
karena Tuhan Maha Segalanya
Ia batin tapi juga zahir
Ia meninggikan tapi juga merendahkan
Ia melapangkan tapi juga menyempitkan
Ia menghidupkan tapi juga mematikan
Jika kamu jernih kamu tidak akan memilih
"Saiki kene ngene aku gelem"

Yang tidak ada akan selalu tidak ada
Yang ada akan selalu ada
Yang binasa pada awalnya sudah binasa
Yang kekal pada awalnya sudah kekal
Tugas kita hanya menghapus yang bukan Ia

Kita ombak yang mengada atas gerak samudera
Kita ombak yang dipecah lalu hilang dalam napas samudera

Pelajaran dari Ijen

Menjelang akhir tahun kemarin, saya ambil cuti. Saya pergi mengunjungi Banyuwangi dengan tiga destinasi utama, Pulau Menjangan, Pulau Tabuhan, dan Kawah Ijen. Saya berangkat Jumat siang menggunakan kereta ekonomi plus, Jayabaya. Saya baru tahu ada kereta ini. Kereta ini cukup nyaman dengan seat 2-2 dan full AC. Perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi terhambat truk yang mogok sehingga memakan waktu 11 jam menggunakan elf. Destinasi pertama adalah Pulau Menjangan. Pulau ini nampak biasa saja di mata saya. Saya dan teman-teman hanya menghabisakan waktu untuk foto. Segera kami berangkat lagi untuk snorkling. Ikan di perbatasan Jawa dan Bali bagus, warna-warni. Saya sangat menikmati snorkling disini, walaupun tidak bisa menyelam ke dasar. Cukup bagi saya snorkling di dua spot berbeda. Bintang laut pun mudah ditemui disini. Kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Tabuhan. Pulau ini adalah pulau tak berpenghuni, walaupun ada beberapa warung penjual makanan. Pulaunya bagus dengan pasir pantai ya…

Latihan Menulis

Beberapa minggu lalu saya sempat malas nulis dan merasa begitu dangkal. Satu ketika saya mengirimkan tulisan kepada teman saya. Teman yang sudah saya anggap sebagai mentor. Ia berkata "Tulisan seperti ini jangan dikembangkan. Bisa melemahkan. Keburukan seperti juga kebaikan, itu menular." Jleb! Saya merenung. 
Saya juga pernah ikut kelas pidato. Seorang madam menyampaikan presentasinya. Saya ingat sekali kata-katanya, "Kita harus selalu mempersiapkan pidato kita. Pidato itu harus bermanfaat untuk pendengarnya.  Kamu tidak berdiri di depan dan berpidato hanya untuk membuang waktu orang yang mendengarkanmu." Saya kembali merenung.
Menulis seperti halnya berbicara. Selalu ada pesan untuk disampaikan. Apakah pesan saya baik atau buruk adalah tanggung jawab saya. Memang tulisan saya jauh dari kata sempurna. Namun, ketika saya yakin itu baik, saya akan menulisnya. Saya belajar memahami lebih banyak dengan menulis eperti latihan saya semalam dengan sang mentor. Tulisan 1…

Kita Semua Sama?

Duh manusia, lihat ke atas iri, lihat ke samping ingin melebihi, lihat ke bawah bangga diri. Jargon kita semua sama sepertinya hanya menjadi tong kosong tanpa isi. Menilai dari apa yang terlihat memang jauh lebih mudah daripada capek-capek menelisik lebih jauh dan menganalisa sampai ke akar. Kalau bisa mudah kenapa harus susah? Mungkin begitu pemikirannya. Namun sayangnya, untuk benar-benar menilai secara objektif tidak ada jalan pintas atau sikap masa bodoh. Tanpa kita sadari, apa-apa yang kita lihat dan dengar pun hanyalah ilusi atas apa-apa yang ingin kita lihat dan kita dengar. Banyak penelitian dilakukan untuk menguji bagaimana persepsi/pengharapan kita dapat menyalahartikan kebenaran. Penting halnya untuk selalu bersikap open minded dan tidak merasa benar sendiri walaupun kita yakin kita benar karena mungkin saja persepsi itu kita genggam sebagai kebenaran. Ya, kebenaran yang kita inginkan bukan kebenaran yang apa adanya.

Dalam teori change management, tahap pertama perubahan dim…

Komunitas Seru

Bulan ini keren banget. Tiap akhir pekan ada event Pasar Hobi 2017 di PGC. Di event ini kita bisa baca buku gratis, ketemu berbagai komunitas seru, menambah wawasan juga ikut donasi "1000 buku anak untuk Indonesia". Disini saya ingin mengenalkan tiga komunitas yang menginspirasi.  
1. Peri Kertas
Saya langsung melirik robot Iron Man saat baru tiba di event ini. Robot ini asli dari kertas. "Gila, cerdas banget yang buat!" pikir saya. Saya berbincang-bincang dengan Mas Rauf yang merupakan pendiri komunitas Peri Kertas ini. Semakin panjang obrolan kami, semakin kagum saya akan komunitas ini. Dasar dari kerajinan kertas adalah origami dari Jepang. Jika origami menggunakan teknik lipat saja, Peri Kertas menggabungkan teknik lipat, potong dan tempel yang dinamakan ichinogami. Misi utama komunitas ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai seni kertas. Kita bisa mendapatkan tutorial gratis, download desain bahkan buat sendiri produknya. Syaratnya hanya satu, produk yang kit…

Morning Sky 130317

Sunset In Bali 240217

Mensyukuri

Pasti sering banget ya dengar kata bersyukur adalah kunci kebahagiaan? Bersyukur kesannya hanya sekali proses. Mensyukuri berkali-kali. Saya setuju dengan pepatah yang berkata kamu bahagia karena bersyukur, bukan bersyukur karena bahagia. Mensyukuri artinya tahu terima kasih. Tuhan menambahkan nikmat untuk mereka yang mensyukuri. Jelas karena sikap tersebut adalah sikap tahu terima kasih. Harusnya memang kita belajar bagaimana bisa selalu mensyukuri begitupun saat dalam kesempitan. Bukankah tidak ada lapang jika tidak ada sempit? Tidak mudah melakukannya, tapi bisa dicoba.
Orang yang mensyukuri segalanya sulit merasa kecewa karena ia tidak menuntut. Misalkan pedagang yang hari ini hanya dapat 10rb, ia berkata, "alhamdulillah masih bisa makan." Lalu, ketika dagangannya tidak laku sama sekali ia masih mensyukuri dan berkata, "alhamdulillah masih bisa dagang." Dikasih banyak atau sedikit atau tidak dikasih masih bersyukur. Coba bayangkan bagaimana Tuhan tidak terseny…

Morning Sky 160217

Anak Papa

Selalu suka ngobrol sama papa, walaupun sebentar. Papa buat aku adalah sosok yang sangat inspiratif. Papa jauh dari kata sempurna, tapi ilmu dan hatinya luar biasa. Setiap orang tua pasti berharap menjadi sosok inspiratif buat anak-anaknya. You do it well, Pa! Papa selalu bisa menginspirasi aku untuk jadi orang yang lebih baik. Papa cerita, dulu kakekku cuma berpesan buat anak-anaknya untuk selalu bersikap jujur dan benar. Kakekku ini tipe orang yang sedikit bicara. Beda dengan papa yang suka banget cerita dan diskusi. Aku menjadi lebih anak papa dibanding anak mama. Aku lebih dekat ke mama, tapi lebih sering diskusi sama papa. Papa buat aku selalu jadi tempat untuk mencari pandangan, saran, nasihat bahkan solusi.
Kamu sudah nonton Dangal? Film India ini dimainkan oleh Aamir Khan. Ceritanya adalah tentang seorang ayah yang punya mimpi akan membawa India menjadi pemenang gulat internasional. Sayangnya, anaknya semuanya wanita. Khas film India yang selalu bisa menyentuh hati, film ini …