Langsung ke konten utama

30 Hari

Saya sempat ikut kelas menulis online. Tugas akhirnya adalah menulis  untuk 30 hari berturut-turut. Alhamdulillah bisa saya lakukan walaupun bolong dua, 28 tulisan. Tidak terpikir, tapi ternyata bisa, terlepas dari bagaimana kualitas tulisan saya. Saya bersyukur. Kunci membentuk kebiasaan sepertinya ya hanya memulai saja dan menjaga komitmen dalam melakukannya. 30 hari waktu yang cukup untuk membuat saya ketagihan menulis, menulis apapun. Tidak peduli dibaca atau tidak oleh siapapun. Mulai dan lakukan saja. Menulis dan mengalir saja. Namun, mengalir tidak hanya mengalir. Alirannya haruslah selalu membawa hal yang baik.

Pagi ini hujan tapi tak mengapa. Mendung tidak lagi membuat saya mellow seperti tulisan saya sebelumnya. Mendung kini bersama sejuk sudah 30 hari lamanya. Maka, hujan tak lagi membawa kenangan melankolis. Ia kini membawa kesejukan akan hidup yang selalu pantas disyukuri. 30 hari, saya berkontemplasi dan mengenal diri saya lebih dalam. Menulis dan berani jujur berdialog dengan diri saya sendiri, walaupun dialog-dialog itu terdengar dangkal. Dari yang dangkal kita berpeluang untuk meninggi, sedangkan dari yang sudah tinggi hanya bisa diam bertahan atau malah mendangkal bukan? 30 hari diselingi hujan-hujan yang membawa berkah bukan musibah. 30 hari mengalir dari selokan semoga menuju samudera. Mulai saja..

Selamat berakhir pekan :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

53. Jalani Saja Takdirmu

Seorang awam bertanya kepada seorang sufi, “Apa itu nasib?” Ia menjawab, “Asumsi-asumsi”. Seorang awam minta diramal oleh seorang bikhsu besar akan seperti apa hidupnya, sang bikshu menjawab, “Masa depanmu sungguh.. tidak pasti!” Saya percaya pada rukun iman yang ke-enam, takdir. Namun, siapa sih yang benar-benar bisa mengetahui masa depannya sendiri? Melakukan yang terbaik setiap saat dan menikmati prosesnya adalah apa yang sepatutnya dilakukan, bukan mereka-reka masa depan dan terbuai dengannya. 
Saya pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang bisa menerawang. Mereka pun tidak bisa mendahului takdir seseorang. Apapun yang mereka ketahui mengenai orang lain tidaklah untuk diceritakan ke orang tersebut sehingga bisa mempercepat atau menghindari takdirnya. Jadi, jangan mudah percaya dengan ramalan-ramalan yang mengatakan ini itu tentang masa depanmu. Jalani saja takdirmu. Hal terpenting untuk diingat adalah apapun yang terjadi saat ini pasti yang terbaik menurutNya. Kalau bukan, …

TRIZ

Saya percaya setiap sesuatu mempunyai pola. Dalam hal penyelesaian masalah, seorang pria Rusia bernama G.S. Altshuller mempelajari berbagai paten dari seluruh dunia untuk menemukan pola penemuan baru. Ia berpikir bahwa jika kita memahami pola penemuan dari berbagai paten yang hebat dan mempelajarinya, maka semua orang bisa menjadi inventor/penemu. Dari hasil studinya, ia memperkenalkan theory of inventing problem solving yang dinamakan TRIZ (Teorija Resenija Isobretatelskih Zadac). Saya mendengar teori ini dari seorang Coach yang menjadi rekanan perusahaan dimana saya bekerja.
Langkah-langkah penyelesaian masalah dalam TRIZ adalah sebagai berikut: Mendefinisikan masalah yang kita hadapi secara spesifikMenemukan masalah umum dalam TRIZ yang sesuaiMenemukan solusi umum untuk pemecahan masalah yang sesuai tersebutMenggunakan solusi umum tersebut untuk menyelesaikan masalah spesifik yang kita hadapi Kebanyakan masalah timbul karena adanya kontradiksi. Dengan menggunakan prinsip dalam TRIZ…

18. Orang Sulit

Pernah mengeluhkan orang lain? Sampai berkali-kali atau malah sampai benci? Mungkin mereka orang yang sulit. Atau malah kita sendiri orang yang sulit menurut orang lain? Apa sih yang dimaksud orang yang sulit? 

Membayangkan orang yang sulit rasanya melelahkan berurusan dengan orang seperti ini. Males deh kalau sama dia. Begitu kira-kira ungkapan kita ketika mengingat orang yang sulit. Definisi orang yang sulit bagi masing-masing orang bisa berbeda-beda. Orang yang simpel bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang perfeksionis dan sebaliknya. Orang yang saklek bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang fleksibel dan sebaliknya. Ketika perbedaan ini selalu dijadikan alasan untuk berkonflik, itulah saat seseorang menjadi orang yang sulit. Ia selalu berkonflik dengan orang lain, buat ribet atau cari ribut. Kebalikan orang sulit adalah orang yang cair, mudah sekali berharmoni dengan orang lain.
Tidak jarang saya mendengar keluhan teman-teman saya tentang kekasih mereka. 
“Cowok gw p…