Langsung ke konten utama

Langkah Menjadi Blogger Profesional

Wow, satu kata yang menggambarkan bagaimana kesan saya setelah mengikuti sebuah workshop kemarin. Workshop tersebut bertempat di Perpusda Jakarta Selatan. Tempat yang cukup nyaman dengan lantai pertama khusus anak dan diatur cantik layaknya kamar baca anak. Tema workshop ini adalah tentang penulisan konten yang dibawakan oleh Teh Ani Berta. Teh Ani dengan cerdas telah membuktikan bahwa blogging dapat menjadi pekerjaan utama. Ia bercerita dari salah satu proyek yang ia terima ia pernah dibayar 1,5 juta per hari untuk konten selama 3 bulan. Bagaimana bisa ya?Izinkan saya merangkum materi yang saya dapatkan sesuai persepsi saya dengan membuat langkah-langkahnya di bawah ini.

Pertama, kita harus mempunyai passion untuk menulis. Kalau passion kita bukan menulis lebih baik lupakan saja untuk hidup dari blogging. Sudah tahu passion kamu apa? Kejar! Jika memang menulis ya menulislah!

Kedua, kita harus mempunyai konten yang kuat. Nah, ini yang dibahas detail dalam workshop yang disampaikan oleh Teh Ani. Berikut beberapa hal  yang saya ingat dalam membuat konten:
  • Menulis dan menulis. Berlatih dan berlatih. Mulai saja dan selalu simpan ide-ide tulisan sebagai draft walaupun belum kita tuntaskan. Ide konten bisa didapat darimana saja. Mulai dari opini atas sesuatu, review akan sesuatu, tempat yang dikunjungi, bahkan kehidupan sehari-hari.
  • Tidak perlu menulis sesuatu yang tampaknya luar biasa, sesuatu yang sederhana saja yang kita pahami. Kuncinya adalah konten itu dibutuhkan oleh orang lain. Ingat, kita menulis untuk pembaca. Pastikan tulisan kita bukan sekedar tulisan, tapi berguna untuk orang lain, sesederhana apapun kontennya. 
  • Pastikan tulisan kita minimal 500 kata agar dapat dideteksi Google dan pasang Google Analytics untuk menganalisa blog kita. 
  • Jangan menduplikasi (copy paste) tulisan apapun. Jika kita menjadi kontributor tetap untuk sebuah web, jangan menyalin tulisan itu kedalam blog kita. Waktu posting pertama dilihat Google sebagai tulisan asli, sementara salinan selanjutnya adalah duplikasi. Lebih baik posting di blog kita terlebih dahulu baru kita publikasikan di web yang lain. Tautan web lain pun dapat menurunkan kualitas/ranking tulisan kita di Google

Ketiga, jadikan blog dan media sosial sebagai personal branding. Passion dan produk sudah ada, selanjutnya adalah branding atau membangun citra diri. Kesannya narsis ya, tapi siapa yang mau melirik jika tidak menonjol? Branding yang kuat membuat kita bukan mencari, tapi dicari. Untuk bertransformasi dari blogger biasa menjadi blogger profesional, sebaiknya kita menentukan tema untuk blog kita, arahnya kemana. Lebih spesifik lebih cepat ditemukan. Kalaupun tidak satu tema, disarankan membuat beberapa kategori yang mengelompokan tulisan-tulisan kita misalnya traveling, kuliner, fashion, dll. Kemudian, buat sasaran. Jika sasaran kita juga luar negeri, buat saja dua blog bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jangan mencampur dua bahasa dalam satu blog karena akan membuat pembaca bingung. Setelah itu show up; terima tawaran menulis sekecil apapun, ikuti lomba-lomba dan menangkan lombanya, bergabung dengan komunitas, buat portfolio, dll. 

Terakhir, jadilah unik. Kita akan bisa menjawab kenapa mereka harus memberikan proyek atau tawaran tersebut kepada kita jika kita tidak sama dengan blogger profesional lainnya. Sedikit mengutip Stephen Covey dalam bukunya 7 Habits, "Begin with the end in mind." Visualisasikan saja ujungnya mau jadi blogger profesional seperti apa dan buat jalan ceritanya dari awal.  

Selamat melangkah maju :)

Komentar

  1. Wiw Nisaaa.. Saya pun masih penasaran gimana ya nanti "nyangkutnya", harus banyak nulis ya Nis intinyaa...

    ndarikhaa.blogspot.co.id
    (gw gaya2an komen ngasih alamat blog, pdhal blognya belum banyak isinya) yg penting kenalan blog dlu lah.. Hihii

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas ulasannya Mba, lbih semangat lagi ya menulisnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Teh Ani komen.. tersanjung! Hehe makasih Teh :)

      Hapus
  3. wihh nissa kece, udah rilis aja tulisan kopdar kemarin ^^b

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru tau lis :p
      Ditunggu juga tulisannya Lisaa..

      Hapus
  4. Hayoo.. yg blm nulis acara kopdar kubbu bpj. Segera ditulis y..
    *Ngingetin diri sendiri*
    hahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

18. Orang Sulit

Pernah mengeluhkan orang lain? Sampai berkali-kali atau malah sampai benci? Mungkin mereka orang yang sulit. Atau malah kita sendiri orang yang sulit menurut orang lain? Apa sih yang dimaksud orang yang sulit? 

Membayangkan orang yang sulit rasanya melelahkan berurusan dengan orang seperti ini. Males deh kalau sama dia. Begitu kira-kira ungkapan kita ketika mengingat orang yang sulit. Definisi orang yang sulit bagi masing-masing orang bisa berbeda-beda. Orang yang simpel bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang perfeksionis dan sebaliknya. Orang yang saklek bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang fleksibel dan sebaliknya. Ketika perbedaan ini selalu dijadikan alasan untuk berkonflik, itulah saat seseorang menjadi orang yang sulit. Ia selalu berkonflik dengan orang lain, buat ribet atau cari ribut. Kebalikan orang sulit adalah orang yang cair, mudah sekali berharmoni dengan orang lain.
Tidak jarang saya mendengar keluhan teman-teman saya tentang kekasih mereka. 
“Cowok gw p…

Saling Memanfaatkan

Kamu pernah merasa sedang di atas? Tempat yang tinggi? Baik secara fisik maupun rasa. Semua orang pasti pernah ya. Saya sendiri merasa betapa banyak orang yang bersama saya ketika di atas. Seakan-akan mereka semua dekat dengan saya dan begitu menyayangi saya. Saya bersyukur. Sayangnya saya juga pernah di bawah. Kata orang kalau di bawah banyak orang pergi meninggalkan, ya biarkan saja. Kamu tahu tidak, hakikat dari semua pertemanan, persahabatan, atau hubungan? Tidak lain dan tidak bukan, hakikatnya adalah rasa saling memanfaatkan. 
Apa hubungan manusia yang paling tulus menurutmu? Menurut saya, hubungan orang tua dengan anaknya. Hakikat hubungan itu tetap saja rasa saling memanfaatkan. Bagaimana bisa?
Contoh kecil saja, ketika orang tua mengatakan, "Ibu dan Ayah tidak mengharapkan apa-apa darimu, Nak." Coba deh kamu pikirkan, paling tidak setiap orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang baik, bukan? Lalu jika orang tua berkata, "Ibu dan Ayah mengharapkanmu men…

Good Vibes

Kamu pernah gak ketemu orang baru dan ngerasa klop banget sampai bisa ngobrol ngalor-ngidul seperti sudah lama kenal? Atau pernah gak lihat seorang stranger dan bawaannya sebel aja padahal kenal juga nggak? They call it vibes. Vibes tidak lain adalah energi. Pasti sudah pernah ya dengar hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak berubah—ia akan tetap sama. Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan; namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Nah, setiap manusia punya vibes ini. Umumnya good vibes akan menarik hal-hal baik dan bad vibes akan menarik hal-hal yang tidak baik. Teorinya sama dengan yang dibahas di salah satu buku best seller, Quantum Ikhlas. Kabar baiknya adalah kita bisa mengubah vibes kita dan melatihnya untuk selalu jadi good vibes.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi vibes kita adalah lingkungan. Lingkungan kita memberi pengaruh besar terhadap kita. Bukan hal yang tida…