Langsung ke konten utama

53. Jalani Saja Takdirmu

Seorang awam bertanya kepada seorang sufi, “Apa itu nasib?” Ia menjawab, “Asumsi-asumsi”. Seorang awam minta diramal oleh seorang bikhsu besar akan seperti apa hidupnya, sang bikshu menjawab, “Masa depanmu sungguh.. tidak pasti!” Saya percaya pada rukun iman yang ke-enam, takdir. Namun, siapa sih yang benar-benar bisa mengetahui masa depannya sendiri? Melakukan yang terbaik setiap saat dan menikmati prosesnya adalah apa yang sepatutnya dilakukan, bukan mereka-reka masa depan dan terbuai dengannya. 

Saya pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang bisa menerawang. Mereka pun tidak bisa mendahului takdir seseorang. Apapun yang mereka ketahui mengenai orang lain tidaklah untuk diceritakan ke orang tersebut sehingga bisa mempercepat atau menghindari takdirnya. Jadi, jangan mudah percaya dengan ramalan-ramalan yang mengatakan ini itu tentang masa depanmu. Jalani saja takdirmu. Hal terpenting untuk diingat adalah apapun yang terjadi saat ini pasti yang terbaik menurutNya. Kalau bukan, pastinya Ia telah mengubah takdirmu tanpa kamu minta. 

"dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)...." (al-An'aam: 59).

Ketika benar-benar memahami dan meyakini hal ini, bagaimana mungkin hidup tidak terasa tentram dan hati tidak tenang? Beriman kepada Tuhan adalah juga dengan mengimani Nama-NamaNya. Meyakini bahwa Ia Maha Adil dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang seharusnya bisa membuat setiap kegelisahan dan kekhawatiran hilang dengan sendirinya. Saya tersenyum. Lucu, jika mengumpat takdir seakan-akan Tuhan tidak adil. Lucu, jika merengek meminta seakan-akan Tuhan tidak tahu. Lucu, jika kesana-kemari minta bantuan seakan-akan Tuhan tidak kuasa. Jalani saja takdirmu sebaik mungkin, nikmati saja prosesnya, hasilnya kamu serahkan saja kepada Ia yang Maha Adil.

“Gak sesederhana itu, Nis, hidup gue.” kata teman saya. Saya tersenyum saja. Kita sendiri yang menentukan kacamata mana yang mau kita pakai dalam memandang hidup. Sederhana atau tidak hanya bergantung pada dari sisi mana kita melihatnya. Kalau saya, ya memilih yang sederhana :)

Selamat menjalani. Selamat menikmati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suami

Mau nulis apa ya? Hmm.. Suami saya tau saya punya blog. Ia bertanya kenapa saya tidak menulis tentangnya. Ia meminta saya menulis tentangnya sebelum lebaran tiba. Haha narsis sekali ya suami saya.  Bicara tentang suami saya berarti juga bicara tentang pernikahan. Pernikahan bagi saya adalah untuk menjaga diri. Suami saya adalah jawaban dari doa-doa panjang saya. Ternyata ia lah jodoh saya. Pernikahan kami bukanlah seperti cerita dongeng yang "happily ever after". Pernikahan kami lebih seperti pembelajaran untuk mendewasa.  Masalah-masalah hadir sebelum dan setelah kami berumahtangga. Yang saya tau adalah bahwa saya dan suami saya tidak menyerah atas komitmen kami, walaupun kami sadar penyesuaian diri kami sangatlah berat. Tidak jarang kami kesal satu sama lain. Tidak jarang pula kami bertengkar hebat karena masalah sepele. Sekesal-kesalnya saya, akhirnya pun saya tetap memeluk suami saya. Ya, tentu saja karena saya menyayanginya. Suami saya tidak sempurna dan saya pun tidak s

TRIZ

Saya percaya setiap sesuatu mempunyai pola. Dalam hal penyelesaian masalah, seorang pria Rusia bernama G.S. Altshuller mempelajari berbagai paten dari seluruh dunia untuk menemukan pola penemuan baru. Ia berpikir bahwa jika kita memahami pola penemuan dari berbagai paten yang hebat dan mempelajarinya, maka semua orang bisa menjadi inventor/penemu. Dari hasil studinya, ia memperkenalkan theory of inventing problem solving yang dinamakan TRIZ (Teorija Resenija Isobretatelskih Zadac) . Saya mendengar teori ini dari seorang Coach yang menjadi rekanan perusahaan dimana saya bekerja. Langkah-langkah penyelesaian masalah dalam TRIZ adalah sebagai berikut: Mendefinisikan masalah yang kita hadapi secara spesifik Menemukan masalah umum dalam TRIZ yang sesuai Menemukan solusi umum untuk pemecahan masalah yang sesuai tersebut Menggunakan solusi umum tersebut untuk menyelesaikan masalah spesifik yang kita hadapi Kebanyakan masalah timbul karena adanya kontradiksi. Dengan menggunaka

Faith It Until You Make It

Happy new year 2019! Sudah lama gak nulis nih. Kalau diceritakan akan panjang banget tulisannya. Intinya, di tahun 2018 banyak banget cerita dan pelajarannya bagi saya. Saya ingat saya berbisik dalam hati bahwa saya begitu menginginkan sesuatu. Saya telah mencobanya dan gagal. Namun, alam berkonspirasi. Alhamdulillah satu resolusi saya tercapai di tahun 2018. Pencapaian itu membuat saya yakin bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik pada saat itu.Ya, hal-hal terbaik selalu terjadi tepat waktu. Yang susah adalah untuk tetap yakin sampai hal terbaik itu terjadi. Oleh karena itu, dalam hidup ini kita perlu iman. "And most importantly, you must always have faith in yourself." -Legally Blonde- Have wonderful years ahead! Cheers :)