Langsung ke konten utama

34. Sadar

Akhir pekan ini panjang karena Senin libur. Banyak orang pergi liburan sementara saya tidak kemana-mana. Dimanapun dan bagaimanapun liburannya, yang paling penting adalah menikmatinya. Ada orang yang benar-benar menikmati liburannya. Ada juga yang hanya berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain atau satu hal ke hal yang lain dan tahu-tahu waktu liburannya sudah habis. Waktu liburan pasti habis. Hari pasti berganti. Bedanya ada yang benar-benar tahu dan sadar pasti habis, ada yang tahu-tahu habis.

Uang dan waktu seperti itu, pasti habis. Sayangnya, banyak yang tahu-tahu habis, entah uang dan waktunya untuk apa. Padahal, cukup dengan sadar seseorang dapat menikmati uang dan waktunya. Sadar kalau semua ini pasti habis. Sadar kalau apapun itu harus dipertanggungjawabkan. Sadar kalau masing-masing manusia mempunyai kesempatan yang sama dan yang membedakannya adalah bagaimana menggunakan kesempatan itu. Sadar kalau setiap detik harusnya dinikmati. Kita bukanlah mayat hidup yang bangun lalu tidur tanpa benar-benar sadar apa yang dilakukan sepanjang hari. 

Tugas makhluk hidup adalah lahir dan mempertahankan kehidupann sampai waktunya habis. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah sadar bahwa kita harus hidup. Hidup yang bagaimana? Hidup yang sadar bahwa hidup pasti habis. Karena kita makhluk sosial, maka sudah sepatutnya kita juga membantu orang lain untuk tetap hidup minimal orang lain itu adalah keluarga kita. Bukan hanya untuk tetap hidup, tapi juga mengingatkannya agar tetap sadar. Tetap sadar sehingga bisa benar-benar hidup.

Sadar ternyata adalah syarat utama seorang manusia hidup. Sadar itu membuat kita bisa merasa dan bisa menikmati. Masuk akal jika mabuk diharamkan. Mabuk menghilangkan sadar. Mabuk bukan hanya karena minuman keras, tapi mabuk apapun yang berarti tidak sadar dengan apa yang kita lakukan. Hadits mengatakan “Janganlah mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya”. Yang tidak kita tahu saja tidak boleh apalagi yang tidak kita sadar. Ingat, mabuk itu haram! Dan dosa yang paling besar bukanlah membunuh, berzina, atau syirik. Dosa yang paling besar adalah dosa yang kita lakukan ketika kita sadar bahwa itu dosa. 

Selamat liburan. Semoga sadar liburan bukan mabuk liburan :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

53. Jalani Saja Takdirmu

Seorang awam bertanya kepada seorang sufi, “Apa itu nasib?” Ia menjawab, “Asumsi-asumsi”. Seorang awam minta diramal oleh seorang bikhsu besar akan seperti apa hidupnya, sang bikshu menjawab, “Masa depanmu sungguh.. tidak pasti!” Saya percaya pada rukun iman yang ke-enam, takdir. Namun, siapa sih yang benar-benar bisa mengetahui masa depannya sendiri? Melakukan yang terbaik setiap saat dan menikmati prosesnya adalah apa yang sepatutnya dilakukan, bukan mereka-reka masa depan dan terbuai dengannya. 
Saya pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang bisa menerawang. Mereka pun tidak bisa mendahului takdir seseorang. Apapun yang mereka ketahui mengenai orang lain tidaklah untuk diceritakan ke orang tersebut sehingga bisa mempercepat atau menghindari takdirnya. Jadi, jangan mudah percaya dengan ramalan-ramalan yang mengatakan ini itu tentang masa depanmu. Jalani saja takdirmu. Hal terpenting untuk diingat adalah apapun yang terjadi saat ini pasti yang terbaik menurutNya. Kalau bukan, …

TRIZ

Saya percaya setiap sesuatu mempunyai pola. Dalam hal penyelesaian masalah, seorang pria Rusia bernama G.S. Altshuller mempelajari berbagai paten dari seluruh dunia untuk menemukan pola penemuan baru. Ia berpikir bahwa jika kita memahami pola penemuan dari berbagai paten yang hebat dan mempelajarinya, maka semua orang bisa menjadi inventor/penemu. Dari hasil studinya, ia memperkenalkan theory of inventing problem solving yang dinamakan TRIZ (Teorija Resenija Isobretatelskih Zadac). Saya mendengar teori ini dari seorang Coach yang menjadi rekanan perusahaan dimana saya bekerja.
Langkah-langkah penyelesaian masalah dalam TRIZ adalah sebagai berikut: Mendefinisikan masalah yang kita hadapi secara spesifikMenemukan masalah umum dalam TRIZ yang sesuaiMenemukan solusi umum untuk pemecahan masalah yang sesuai tersebutMenggunakan solusi umum tersebut untuk menyelesaikan masalah spesifik yang kita hadapi Kebanyakan masalah timbul karena adanya kontradiksi. Dengan menggunakan prinsip dalam TRIZ…

18. Orang Sulit

Pernah mengeluhkan orang lain? Sampai berkali-kali atau malah sampai benci? Mungkin mereka orang yang sulit. Atau malah kita sendiri orang yang sulit menurut orang lain? Apa sih yang dimaksud orang yang sulit? 

Membayangkan orang yang sulit rasanya melelahkan berurusan dengan orang seperti ini. Males deh kalau sama dia. Begitu kira-kira ungkapan kita ketika mengingat orang yang sulit. Definisi orang yang sulit bagi masing-masing orang bisa berbeda-beda. Orang yang simpel bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang perfeksionis dan sebaliknya. Orang yang saklek bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang fleksibel dan sebaliknya. Ketika perbedaan ini selalu dijadikan alasan untuk berkonflik, itulah saat seseorang menjadi orang yang sulit. Ia selalu berkonflik dengan orang lain, buat ribet atau cari ribut. Kebalikan orang sulit adalah orang yang cair, mudah sekali berharmoni dengan orang lain.
Tidak jarang saya mendengar keluhan teman-teman saya tentang kekasih mereka. 
“Cowok gw p…