Langsung ke konten utama

Kesedihan


Semua manusia pasti pernah dan mungkin sering mengalaminya. Namun kesedihan tidak dapat dihindari. Nilai sebuah kebahagiaan akan serta merta meninggi ketika seseorang menyadari betul seperti apa rasanya kesedihan. Syukur bertambah seiring besarnya masalah yang bisa dilewati.

Ada yang lucu dari rasa yang disebut kesedihan ini jika dilihat dalam ekspresi manusia. Ia hanya sebuah garis melengkung ke atas dan di sisi lainnya adalah kebahagiaan yang melengkung ke bawah. Ya setipis itu bedanya kesedihan dan kebahagiaan. Lucunya adalah ketika seseorang merasakan begitu hebatnya kesedihan namun lengkungan itu ke bawah, ia tetap tersenyum. Bahkan, sebuah pepatah mengatakan senyuman terindah adalah dari seseorang yang pernah menangis begitu dalam. 

Nyatanya memang kesedihan ini adalah hal yang lumrah terjadi. Ia bukan rasa yang harus dihindari. Ia adalah pasangan kebahagiaan sehingga hidup benar lah terasa hidup.  Mungkin tugas kita memang hanya menjalani, hanya melakoni kehidupan. Kebahagiaan dan kesedihan tidak pernah abadi. Mereka datang silih berganti. Yang benar disikapi adalah kekhawatiran yang dijaga. Karena toh tak ada yang abadi. Begitu kita meyakininya dengan sungguh-sungguh, hidup terasa sederhana. Ia menjadi indah ketika ia sederhana. Syukur pun menjadi mudah karenanya. Kebahagiaan sederhana. Kesedihan sederhana. Kekhawatiran sederhana. Hidup yang apa adanya.

Selamat menjalani setiap harinya dengan sederhana. Meresapi dalam rasa manusia yang sesungguhnya juga sederhana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

18. Orang Sulit

Pernah mengeluhkan orang lain? Sampai berkali-kali atau malah sampai benci? Mungkin mereka orang yang sulit. Atau malah kita sendiri orang yang sulit menurut orang lain? Apa sih yang dimaksud orang yang sulit? 

Membayangkan orang yang sulit rasanya melelahkan berurusan dengan orang seperti ini. Males deh kalau sama dia. Begitu kira-kira ungkapan kita ketika mengingat orang yang sulit. Definisi orang yang sulit bagi masing-masing orang bisa berbeda-beda. Orang yang simpel bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang perfeksionis dan sebaliknya. Orang yang saklek bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang fleksibel dan sebaliknya. Ketika perbedaan ini selalu dijadikan alasan untuk berkonflik, itulah saat seseorang menjadi orang yang sulit. Ia selalu berkonflik dengan orang lain, buat ribet atau cari ribut. Kebalikan orang sulit adalah orang yang cair, mudah sekali berharmoni dengan orang lain.
Tidak jarang saya mendengar keluhan teman-teman saya tentang kekasih mereka. 
“Cowok gw p…

Saling Memanfaatkan

Kamu pernah merasa sedang di atas? Tempat yang tinggi? Baik secara fisik maupun rasa. Semua orang pasti pernah ya. Saya sendiri merasa betapa banyak orang yang bersama saya ketika di atas. Seakan-akan mereka semua dekat dengan saya dan begitu menyayangi saya. Saya bersyukur. Sayangnya saya juga pernah di bawah. Kata orang kalau di bawah banyak orang pergi meninggalkan, ya biarkan saja. Kamu tahu tidak, hakikat dari semua pertemanan, persahabatan, atau hubungan? Tidak lain dan tidak bukan, hakikatnya adalah rasa saling memanfaatkan. 
Apa hubungan manusia yang paling tulus menurutmu? Menurut saya, hubungan orang tua dengan anaknya. Hakikat hubungan itu tetap saja rasa saling memanfaatkan. Bagaimana bisa?
Contoh kecil saja, ketika orang tua mengatakan, "Ibu dan Ayah tidak mengharapkan apa-apa darimu, Nak." Coba deh kamu pikirkan, paling tidak setiap orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang baik, bukan? Lalu jika orang tua berkata, "Ibu dan Ayah mengharapkanmu men…

53. Jalani Saja Takdirmu

Seorang awam bertanya kepada seorang sufi, “Apa itu nasib?” Ia menjawab, “Asumsi-asumsi”. Seorang awam minta diramal oleh seorang bikhsu besar akan seperti apa hidupnya, sang bikshu menjawab, “Masa depanmu sungguh.. tidak pasti!” Saya percaya pada rukun iman yang ke-enam, takdir. Namun, siapa sih yang benar-benar bisa mengetahui masa depannya sendiri? Melakukan yang terbaik setiap saat dan menikmati prosesnya adalah apa yang sepatutnya dilakukan, bukan mereka-reka masa depan dan terbuai dengannya. 
Saya pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang bisa menerawang. Mereka pun tidak bisa mendahului takdir seseorang. Apapun yang mereka ketahui mengenai orang lain tidaklah untuk diceritakan ke orang tersebut sehingga bisa mempercepat atau menghindari takdirnya. Jadi, jangan mudah percaya dengan ramalan-ramalan yang mengatakan ini itu tentang masa depanmu. Jalani saja takdirmu. Hal terpenting untuk diingat adalah apapun yang terjadi saat ini pasti yang terbaik menurutNya. Kalau bukan, …