Langsung ke konten utama

50. Berbeda - Beda Tetapi Tetap Satu

Masih hafal Pancasila?
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Saya bukan nasionalis. Saya mencoba memahami bagaimana dasar bangsa ini dibangun. Sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Tuhan Yang Maha Esa. Latar Belakang keyakinan bangsa ini adalah menganut banyak Tuhan. Walaupun agama yang diakui disini hanya 5, Ketuhanan Yang Satu diakui dalam Pancasila. Sila pertama merangkul semua keyakinan yang ada, bukan hanya tentang agama. Seperti semboyan kita, Bhinneka tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Cerdas, bukan?

Pancasila dirangkum menjadi ekasila, yaitu "gotong royong". Gotong royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari gotong berarti "bekerja", dan royong berarti "bersama". (https://id.wikipedia.org/wiki/Gotong_royong)

Gotong royong menjadi ciri khas bangsa ini. Itu lah alasan mengapa banyak sekali paguyuban yang berkembang di masyarakat kita. Budaya kita adalah budaya yang senang berkumpul dan bekerja sama bukan budaya individualis yang sendiri-sendiri. 

Saya jadi ingat teman saya yang sukunya Batak. Ia berkata bahwa orang Batak merantau kemana-mana tidak akan terlantar. Semua orang Batak itu bersaudara. Saat orang Batak bertemu orang Batak lainnya, mereka akan saling cek marga dan pasti ada saja hubungan antara marga mereka. Walaupun jauh dan tidak tahu darimana, seketika itu mereka merasa bersaudara dan saling membantu. Itu juga alasan kenapa orang Batak mempunyai banyak sekali agenda keluarga. Hebat ya?

Kita selalu merupakan bagian dari kelompok dan tidak bisa benar-benar terlepas darinya. Kita merepresentasikan kelompok kita, bukan hanya diri kita sendiri. Sudah sepatutnya, sebagai bagian dari kelompok, kita menguatkan bukan melemahkan. 

Kelompok kita banyak, tapi itu bukan alasan untuk berkonflik dengan kelompok lainnya. Kelompok lainnya merupakan satu kesatuan dengan kelompok kita sendiri. Banyak sekali suku, agama, keyakinan dan kelompok lainnya disini. Namun, kita adalah satu bangsa, Indonesia. Kita adalah satu ras, manusia.

Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

18. Orang Sulit

Pernah mengeluhkan orang lain? Sampai berkali-kali atau malah sampai benci? Mungkin mereka orang yang sulit. Atau malah kita sendiri orang yang sulit menurut orang lain? Apa sih yang dimaksud orang yang sulit? 

Membayangkan orang yang sulit rasanya melelahkan berurusan dengan orang seperti ini. Males deh kalau sama dia. Begitu kira-kira ungkapan kita ketika mengingat orang yang sulit. Definisi orang yang sulit bagi masing-masing orang bisa berbeda-beda. Orang yang simpel bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang perfeksionis dan sebaliknya. Orang yang saklek bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang fleksibel dan sebaliknya. Ketika perbedaan ini selalu dijadikan alasan untuk berkonflik, itulah saat seseorang menjadi orang yang sulit. Ia selalu berkonflik dengan orang lain, buat ribet atau cari ribut. Kebalikan orang sulit adalah orang yang cair, mudah sekali berharmoni dengan orang lain.
Tidak jarang saya mendengar keluhan teman-teman saya tentang kekasih mereka. 
“Cowok gw p…

53. Jalani Saja Takdirmu

Seorang awam bertanya kepada seorang sufi, “Apa itu nasib?” Ia menjawab, “Asumsi-asumsi”. Seorang awam minta diramal oleh seorang bikhsu besar akan seperti apa hidupnya, sang bikshu menjawab, “Masa depanmu sungguh.. tidak pasti!” Saya percaya pada rukun iman yang ke-enam, takdir. Namun, siapa sih yang benar-benar bisa mengetahui masa depannya sendiri? Melakukan yang terbaik setiap saat dan menikmati prosesnya adalah apa yang sepatutnya dilakukan, bukan mereka-reka masa depan dan terbuai dengannya. 
Saya pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang bisa menerawang. Mereka pun tidak bisa mendahului takdir seseorang. Apapun yang mereka ketahui mengenai orang lain tidaklah untuk diceritakan ke orang tersebut sehingga bisa mempercepat atau menghindari takdirnya. Jadi, jangan mudah percaya dengan ramalan-ramalan yang mengatakan ini itu tentang masa depanmu. Jalani saja takdirmu. Hal terpenting untuk diingat adalah apapun yang terjadi saat ini pasti yang terbaik menurutNya. Kalau bukan, …

Saling Memanfaatkan

Kamu pernah merasa sedang di atas? Tempat yang tinggi? Baik secara fisik maupun rasa. Semua orang pasti pernah ya. Saya sendiri merasa betapa banyak orang yang bersama saya ketika di atas. Seakan-akan mereka semua dekat dengan saya dan begitu menyayangi saya. Saya bersyukur. Sayangnya saya juga pernah di bawah. Kata orang kalau di bawah banyak orang pergi meninggalkan, ya biarkan saja. Kamu tahu tidak, hakikat dari semua pertemanan, persahabatan, atau hubungan? Tidak lain dan tidak bukan, hakikatnya adalah rasa saling memanfaatkan. 
Apa hubungan manusia yang paling tulus menurutmu? Menurut saya, hubungan orang tua dengan anaknya. Hakikat hubungan itu tetap saja rasa saling memanfaatkan. Bagaimana bisa?
Contoh kecil saja, ketika orang tua mengatakan, "Ibu dan Ayah tidak mengharapkan apa-apa darimu, Nak." Coba deh kamu pikirkan, paling tidak setiap orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang baik, bukan? Lalu jika orang tua berkata, "Ibu dan Ayah mengharapkanmu men…