Langsung ke konten utama

Jam 4 Pagi

Siapa yang tak kenal Luqman al-Hakim? Ia adalah seorang bijak yang namanya dijadikan surat ke-31 dalam kitab suci Al-Qur’an. Ia bukan nabi, tetapi nasihat-nasihatnya bak mentari yang bersinar terang dalam jagat raya. Di antara berbagai nasihat bijak beliau, saya ingat nasihat di bawah ini.

Anakku, janganlah engkau lebih lemah dari seekor ayam jantan. la bangun pada waktu sahur lalu berkokok, sedangkan engkau masih tertidur lelap.

Sayangnya, saya hanya mengingat bukan melaksanakannya. Saya tidak bisa tidur larut, tapi entah kenapa saya pun tidak bisa bangun terlalu pagi. Lain halnya dengan teman saya. Ia selalu bangun jam 4 pagi. Jam 4 pagi masih menjadi mimpi saya dan saya pun masih di dalam mimpi jam segitu. Hmmmppffhh!

Setiap diri kita perlu waktu menyendiri. Waktu dimana kita bisa melihat hidup kita dari luar kotak dan berdialog dalam-dalam dengan diri sendiri. Waktu dimana kita mengatur fokus dan prioritas. Waktu dimana kita mengingat kembali tujuan akhir dan mimpi-mimpi kita. Waktu dimana kita benar-benar mengistirahatkan jiwa kita. Jam 4 pagi bagi saya menjadi waktu yang ideal untuk itu semua. Saat kebanyakan orang masih tertidur lelap saat itulah saya ingin sudah bersiap. Semoga saya bisa selalu menyapa di jam 4 pagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

18. Orang Sulit

Pernah mengeluhkan orang lain? Sampai berkali-kali atau malah sampai benci? Mungkin mereka orang yang sulit. Atau malah kita sendiri orang yang sulit menurut orang lain? Apa sih yang dimaksud orang yang sulit? 

Membayangkan orang yang sulit rasanya melelahkan berurusan dengan orang seperti ini. Males deh kalau sama dia. Begitu kira-kira ungkapan kita ketika mengingat orang yang sulit. Definisi orang yang sulit bagi masing-masing orang bisa berbeda-beda. Orang yang simpel bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang perfeksionis dan sebaliknya. Orang yang saklek bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang fleksibel dan sebaliknya. Ketika perbedaan ini selalu dijadikan alasan untuk berkonflik, itulah saat seseorang menjadi orang yang sulit. Ia selalu berkonflik dengan orang lain, buat ribet atau cari ribut. Kebalikan orang sulit adalah orang yang cair, mudah sekali berharmoni dengan orang lain.
Tidak jarang saya mendengar keluhan teman-teman saya tentang kekasih mereka. 
“Cowok gw p…

Saling Memanfaatkan

Kamu pernah merasa sedang di atas? Tempat yang tinggi? Baik secara fisik maupun rasa. Semua orang pasti pernah ya. Saya sendiri merasa betapa banyak orang yang bersama saya ketika di atas. Seakan-akan mereka semua dekat dengan saya dan begitu menyayangi saya. Saya bersyukur. Sayangnya saya juga pernah di bawah. Kata orang kalau di bawah banyak orang pergi meninggalkan, ya biarkan saja. Kamu tahu tidak, hakikat dari semua pertemanan, persahabatan, atau hubungan? Tidak lain dan tidak bukan, hakikatnya adalah rasa saling memanfaatkan. 
Apa hubungan manusia yang paling tulus menurutmu? Menurut saya, hubungan orang tua dengan anaknya. Hakikat hubungan itu tetap saja rasa saling memanfaatkan. Bagaimana bisa?
Contoh kecil saja, ketika orang tua mengatakan, "Ibu dan Ayah tidak mengharapkan apa-apa darimu, Nak." Coba deh kamu pikirkan, paling tidak setiap orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang baik, bukan? Lalu jika orang tua berkata, "Ibu dan Ayah mengharapkanmu men…

Good Vibes

Kamu pernah gak ketemu orang baru dan ngerasa klop banget sampai bisa ngobrol ngalor-ngidul seperti sudah lama kenal? Atau pernah gak lihat seorang stranger dan bawaannya sebel aja padahal kenal juga nggak? They call it vibes. Vibes tidak lain adalah energi. Pasti sudah pernah ya dengar hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak berubah—ia akan tetap sama. Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan; namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Nah, setiap manusia punya vibes ini. Umumnya good vibes akan menarik hal-hal baik dan bad vibes akan menarik hal-hal yang tidak baik. Teorinya sama dengan yang dibahas di salah satu buku best seller, Quantum Ikhlas. Kabar baiknya adalah kita bisa mengubah vibes kita dan melatihnya untuk selalu jadi good vibes.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi vibes kita adalah lingkungan. Lingkungan kita memberi pengaruh besar terhadap kita. Bukan hal yang tida…