Langsung ke konten utama

Spotlight*

Menggeliat sukma di dalam jasad
Meneropong noda paling busuk di kesucian citra

Dihempaskan kuat-kuat
Diinjak-injak
Diludahi sekian kali
Diiris-iris

Tiangku rubuh
Hancur berkeping-keping
Bau bangkai
Anyir di segala penjuru

Engkau wakil Tuhan di bumi
Jika kau bejat pada siapa lagi
Aku menatap lekat
Berharap kuat

Aku benci
Sungguh-sungguh benci
Mencaci maki
Mengutuki

Sendiri menepi menyepi
Hanya lilin kecil menemani
Remang
Usang

Tertunduk
Bersujud
Bercermin
Tersadar

Bukan ia
Bukan mereka
Tapi aku
Si bejat itu
Aku..

Saya terinspirasi film Spotlight 2015 yang baru saya tonton akhir pekan kemarin. Film ini menceritakan tentang pengungkapan tindak pelecehan seksual terhadap anak. Mungkin hal itu sudah sering kita dengar. Yang menarik adalah bahwa pelecehan itu dilakukan oleh pastur selama puluhan tahun. Bagaimana bisa pastur sebagai lambang orang yang dianggap 'paling suci' melakukan hal serendah itu? Dan bagaimana bisa kejahatan selama puluhan tahun tidak terungkap?

Film yang menarik dan benar-benar saya rekomendasikan. Film ini bukan tentang agama tertentu. Film ini bukan tentang kejahatan tertentu. Film ini tentang kita semua, manusia yang sepatutnya menjaga kemanusiaan. Film yang menakjubkan! Selamat bercermin..

"If it takes a village to raise a child, it takes a village to abuse them."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

18. Orang Sulit

Pernah mengeluhkan orang lain? Sampai berkali-kali atau malah sampai benci? Mungkin mereka orang yang sulit. Atau malah kita sendiri orang yang sulit menurut orang lain? Apa sih yang dimaksud orang yang sulit? 

Membayangkan orang yang sulit rasanya melelahkan berurusan dengan orang seperti ini. Males deh kalau sama dia. Begitu kira-kira ungkapan kita ketika mengingat orang yang sulit. Definisi orang yang sulit bagi masing-masing orang bisa berbeda-beda. Orang yang simpel bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang perfeksionis dan sebaliknya. Orang yang saklek bisa menjadi orang yang sulit bagi orang yang fleksibel dan sebaliknya. Ketika perbedaan ini selalu dijadikan alasan untuk berkonflik, itulah saat seseorang menjadi orang yang sulit. Ia selalu berkonflik dengan orang lain, buat ribet atau cari ribut. Kebalikan orang sulit adalah orang yang cair, mudah sekali berharmoni dengan orang lain.
Tidak jarang saya mendengar keluhan teman-teman saya tentang kekasih mereka. 
“Cowok gw p…

53. Jalani Saja Takdirmu

Seorang awam bertanya kepada seorang sufi, “Apa itu nasib?” Ia menjawab, “Asumsi-asumsi”. Seorang awam minta diramal oleh seorang bikhsu besar akan seperti apa hidupnya, sang bikshu menjawab, “Masa depanmu sungguh.. tidak pasti!” Saya percaya pada rukun iman yang ke-enam, takdir. Namun, siapa sih yang benar-benar bisa mengetahui masa depannya sendiri? Melakukan yang terbaik setiap saat dan menikmati prosesnya adalah apa yang sepatutnya dilakukan, bukan mereka-reka masa depan dan terbuai dengannya. 
Saya pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang bisa menerawang. Mereka pun tidak bisa mendahului takdir seseorang. Apapun yang mereka ketahui mengenai orang lain tidaklah untuk diceritakan ke orang tersebut sehingga bisa mempercepat atau menghindari takdirnya. Jadi, jangan mudah percaya dengan ramalan-ramalan yang mengatakan ini itu tentang masa depanmu. Jalani saja takdirmu. Hal terpenting untuk diingat adalah apapun yang terjadi saat ini pasti yang terbaik menurutNya. Kalau bukan, …

Saling Memanfaatkan

Kamu pernah merasa sedang di atas? Tempat yang tinggi? Baik secara fisik maupun rasa. Semua orang pasti pernah ya. Saya sendiri merasa betapa banyak orang yang bersama saya ketika di atas. Seakan-akan mereka semua dekat dengan saya dan begitu menyayangi saya. Saya bersyukur. Sayangnya saya juga pernah di bawah. Kata orang kalau di bawah banyak orang pergi meninggalkan, ya biarkan saja. Kamu tahu tidak, hakikat dari semua pertemanan, persahabatan, atau hubungan? Tidak lain dan tidak bukan, hakikatnya adalah rasa saling memanfaatkan. 
Apa hubungan manusia yang paling tulus menurutmu? Menurut saya, hubungan orang tua dengan anaknya. Hakikat hubungan itu tetap saja rasa saling memanfaatkan. Bagaimana bisa?
Contoh kecil saja, ketika orang tua mengatakan, "Ibu dan Ayah tidak mengharapkan apa-apa darimu, Nak." Coba deh kamu pikirkan, paling tidak setiap orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang baik, bukan? Lalu jika orang tua berkata, "Ibu dan Ayah mengharapkanmu men…